Dunia Fauna – Bisakah harimau menguasai savana, habitat yang dikenal sebagai wilayah singa dan hyena? Harimau memang terkenal sebagai salah satu kucing besar paling kuat di dunia. Dalam pertempuran satu lawan satu, kekuatannya sering kali lebih unggul dibandingkan dengan singa. Namun, pertarungan seperti itu sangat jarang terjadi di alam liar, terutama di savana. Pada tahun 2000, seorang pembuat film asal Afrika Selatan bernama John Varty mencoba mengeksplorasi kemungkinan tersebut. Dengan mendirikan cagar alam Tiger Canyons, Varty melepaskan harimau hasil penangkaran ke dalam habitat liar di Afrika Selatan untuk menguji apakah harimau dapat bertahan hidup dan berkembang di luar Asia. Meskipun eksperimen ini mengundang banyak kritik, fakta bahwa harimau pernah dijajal di savana tetap menarik untuk dipelajari lebih lanjut.
John Varty memulai proyek kontroversial ini dengan harapan untuk menciptakan populasi harimau yang mandiri di luar Asia. Proyeknya dimulai dengan melepaskan harimau hasil penangkaran ke cagar alam yang luas. Di Tiger Canyons, harimau dibiarkan hidup bebas, berburu, dan belajar bertahan hidup di habitat liar yang sangat berbeda dari hutan tempat mereka biasanya tinggal. Proyek ini didokumentasikan dalam film “Living with Tigers,” yang ditayangkan oleh Discovery Channel pada tahun 2003.
Namun, proyek ini menuai banyak kritik. Beberapa konservasionis menilai bahwa Varty telah memanipulasi perilaku harimau untuk mendapatkan rekaman dramatis. Mereka juga mempertanyakan nilai konservasi dari proyek tersebut, mengingat harimau yang digunakan bukan spesies asli Afrika, melainkan harimau yang dibawa dari Asia dan diduga tidak murni secara genetik. Meski begitu, eksperimen ini tetap menjadi perbincangan menarik mengenai kemungkinan hidupnya harimau di luar habitat alami mereka.
“Baca juga: Kakek 60 Tahun Dibanting Buaya 3,8 Meter, Hikmah dari Kejadian Mengerikan Ini!”
Secara alami, harimau bukanlah penghuni savana. Savana sendiri merupakan habitat yang lebih banyak dihuni oleh singa, hyena, dan cheetah. Singa, yang hidup dalam kelompok besar, memiliki kekuatan lebih besar karena strategi berburu kelompoknya. Kelompok singa bisa terdiri dari sekitar 20 individu, memberikan mereka kekuatan dan keunggulan dalam perburuan. Di sisi lain, hyena juga hidup dalam kelompok yang sangat besar, bahkan hingga 60 individu, yang memungkinkan mereka untuk mengatasi berbagai tantangan di savana.
Harimau adalah pemburu tunggal yang mengandalkan dirinya sendiri untuk bertahan hidup. Meskipun lebih besar dan kuat, harimau menghadapi kesulitan besar jika harus bertarung dengan singa atau hyena dalam pertemuan kelompok. Keunggulan kelompok dalam berburu jelas lebih menguntungkan dalam kondisi savana yang penuh persaingan. Begitu harimau terluka dalam pertempuran, ia bisa menjadi sasaran empuk bagi predator lain di kawasan itu. Dalam skenario ini, kualitas kekuatan individu harimau tidak akan cukup untuk mengalahkan kekuatan kelompok singa atau hyena.
Savana memiliki sumber daya yang melimpah bagi kucing besar, namun sumber daya tersebut juga diperebutkan oleh banyak predator. Harimau terkenal dengan kemampuan adaptasi yang luar biasa di hutan, namun ia sangat bergantung pada keterampilan berburu sendiri. Sementara itu, singa dan hyena mengandalkan kekuatan kolektif mereka untuk bertahan hidup di lingkungan yang keras ini. Oleh karena itu, meskipun harimau mungkin menjadi raja di hutan, di savana, ia bukanlah pesaing tangguh bagi singa yang sudah mapan dengan kelompoknya.
Di savana, untuk mempertahankan eksistensinya, hewan-hewan besar harus bekerja sama. Kekuatan individu saja tidak cukup untuk bertahan hidup di medan yang penuh persaingan ini. Oleh karena itu, meskipun harimau memiliki keunggulan dalam pertempuran satu lawan satu, kemampuan adaptasi dan kekuatan kolektif kelompok di savana lebih penting untuk kelangsungan hidup mereka.
“Simak juga: Viral! Paus Bungkuk Tiba-tiba Telan Pendayung Kayak, Warganet Geger!”
Walaupun eksperimen John Varty memberikan gambaran menarik tentang kemungkinan harimau hidup di savana, masih ada banyak tantangan yang harus dihadapi. Bisakah harimau menguasai savana? Harimau yang dibiarkan hidup bebas di luar habitat aslinya akan menghadapi banyak rintangan untuk bertahan hidup. Dari konflik dengan predator lain hingga kesulitan berburu dalam wilayah yang padat, harimau mungkin kesulitan beradaptasi dengan cepat.
Dengan segala tantangan yang ada, masih perlu waktu untuk benar-benar mengetahui apakah harimau bisa bertahan hidup secara mandiri di savana. Namun, satu hal yang jelas adalah bahwa meskipun kuat, harimau memerlukan lebih dari sekedar kekuatan fisik untuk bisa menguasai habitat yang keras seperti savana.